Nurul Ulfi Alfath: kewirausahaan

Sabtu, 28 April 2012

0

kewirausahaan


  APOTIK
 “SEHATNYA AKREDITASI A”
Latar Belakang
Apotek adalah tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi/ perbekalan kesehatan lainnya  kepada masyarakat. Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien. Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut, apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku agar dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien.
Bentuk interaksi tersebut antara lain adalah melaksanakan pemberian informasi, monitoring penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhirnya sesuai harapan dan terdokumentasi dengan baik. Apoteker harus memahami dan menyadari kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) dalam proses pelayanan.
Oleh sebab itu apoteker dalam menjalankan praktek harus sesuai standar. Apoteker harus mampu berkomunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam menetapkan terapi untuk mendukung penggunaan obat yang rasional. Sebagai upaya agar para apoteker dapat melaksanakan pelayanan kefarmasian dengan baik, perlu adanya pelayanan kefarmasian di apotek selain merealisasikannya di rumah sakit. Hal ini sesuai dengan standar kompetensi apoteker di apotek untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
Dengan melihat nama profesi ini, maka apoteker sangat erat dikaitkan dengan apotek. Apotek sebagai salah satu tempat pengabdiaan pekerjaan kefarmasian, tempat yang paling banyak menampung apoteker. Sesuai dengan peraturan pemerintah, apotek harus dibawah tanggung jawab seorang apoteker. Apoteker harus selihai mungkin untuk mengatur apotek agar tetap menjadi tempat yang disenangi oleh para pasien yang akan membeli obat. Kualitas obatnya sesuai, harga obat, serta memenuhi segala keinginan pasien dalam memilih obat. Oleh karena itu, ide bisnis dalam membangun apotek harus sepintar mungkin dalam melayani masyarakat sehingga apotek yang dibagun itu akan menjadi langganan banyak pasien sebagai akibat dari ketepatan sistem kerja apoteker untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi di apotek.
Realisasi Bisinis
Pembangun apotek dimaksudkan agar apoteker atau asisten apoteker atau tenaga farmasis lainnya dapat memberikan layanan kepada masyarakat dengan cepat, tepat dan higienis. Informasi obat tidak hanya dapat di salurkan melalui apotek, apoteker pengelola apotek (APA) harus mempunyai inovasi agar apotek yang dikelola dapat memberikan rasa puas terhadap pasien.
 Adapun realisasi ide bisnis yang kami ajukan dalam membangun usaha penjualan dan pemberian informasi obat adalah sebagai berikut :
a.       Pembelian online
Pembelian obat online yang dimaksudkan adalah apoteker dapat membuat sebuah situs internet untuk apoteknya. Di dalam situs itu memuat  profile dari apotek dan contac person,  informasi farmasis, daftar obat yang ada di apotek beserta harganya, serta informasi obat seperti indikasi, dosis, kandungan, kontraindikasi, dan efek samping obat setiap obatnya, cara-cara untuk pembelian online, dan sebagainya . Sehingga para pasien yang berada di luar dan di dalam  kota atau daerah yang baik yang telah menjadi langganan atau belum menjadi langganan apotek tetap  mendapatkan obat dengan cara yang mudah dan tepat. Untuk ongkos pengiriman obat tidak ditanggung oleh pasien yang telah berlangganan. Namun yang belum berlangganan akan dikenai ongkos pengiriman untuk pengiriman pertama. Untuk selanjutnya tidak dikenakan biaya.
b.      Pengantaran pesanan obat
Jika pasien tidak bisa datang ke apotek untuk membeli obat, obat dapat di antar  ke alamat pasien, dengan catatan menghubungi apoteker pengelola apotek atau contac person atau dalam website yang telah tertera dengan memberikan alamat yang lengkap. Pengantaran pesanan obat mempunyai batasan jarak. Misalnya untuk alamat pasien maksimal 5 km dari apotek. Pengantaran ini tidak dikenakan biaya.
Untuk pesanan obat yang belum ada atau habis di apotek, apoteker hendaknya mengusahakan membelikan obat tersebut di tempat lain dan langsung mengantarkan kepada pasien. Hal ini bertujuan untuk tetap memberikan pelayanan yang baik dan menarik hati pasien agar tetap setia menjadi langganan apotek.
c.       Pemberian Diskon harga obat
Untuk hari-hari tertentu obat yang ada di apotik akan diberikan diskon. Misalnya untuk 1 minggu di musim hujan diberikan diskon 10% Atau pembelian obat  untuk jam kerja dari jam 08.00-12.00 waktu setempat diberikan diskon 10% dari harga semua obat yang dibeli .
Diskon 15%  juga direncanakan untuk diberikan pada pasien yang melakukan pembelian obat secara langsung di apotek sebanyak 3 kali pembelian dalam 1 bulan. Jadi maksudnya untuk pembelian keempatnya akan dikenakan diskon tersebut.
Untuk pasien yang mempunyai kartu tidak mampu (jamkesmas), diberikan diskon harga 10% dari semua obat yang dibeli. Sehingga ada nilai amal yang terkandung dalam usaha yang dibangun.
d.      Kartu Anggota
Untuk pasien langganan, akan bisa memperoleh kartu anggota yang akan didata. Pembuatan kartu anggota ini di rencanakan akan di anggarkan sebersar Rp. 30.000,-. Jadi untuk pembelian obat diatas anggaran pembuatan kartu akan dikenakan diskon 5% selain diskon-diskon di atas. Untuk langganan pembelian obat secara online dan langganan dengan pembelian obat yang di antar, tidak diberlakukan diskon ini walaupun memiliki kartu anggota. Karena itu di anggap sebagai ongkos pengantaran ataupun pengiriman. Namun jika sudah langsung ke apotek akan diberikan diskon tersebut.
e.       Konsultasi mingguan
Konsultasi mingguan ini dimaksudkan untuk setiap hari sabtu dikhususkan dari jam 08.00-12.00 waktu setempat, apoteker melaksanakan penyuluhan jasa farmasi dalam pelayanan kesehatan, informasi obat, dan lain sebagainya tentang kefarmasian di apotek. Jadi untuk mahasiswa, pegawai, maupun masyarakat umum bisa berkonsultasi secara resmi maupun tidak di apotek. Apoteker mempunyai peran penting dalam memberikan jasanya kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan penjagaannya dalam meningkatkan imunitas tubuh dengan penggunaan obat yang baik, benar, dan tepat.
                 NB : Tidak ada pelayanan double diskon, jika ada yang mendapatkannya maka pemberian adalah diskon yang paling besar.

Selain program kerja yang telah disebutkan di atas, kondisi apotek juga perlu menarik perhatian para pembeli, dengan modivikasi apotek yang sederhana tapi terlihat menarik seperti :
a.          Pada bagian dinding depan atas apotek diberikan baliho beberapa contoh produk obat yang biasa keluar di televisi, kemudian beberapa diskon yang telah di tetapkan, contact erson  serta alamat website yang bisa dikunjungi
b.         Berikan sedikit halaman Pada bagian depan untuk penanaman bunga-bunga serta tanaman hijau lainnya. Kemudian tempatkan bangku di bawah tempat yang teduh sebagai tempat santai.
c.          Pada bagian dalam harus ada ruang konseling yang cukup tertutup sehingga tidak terganggu oleh keributan dari luar, tempat meracik obat tradisional, gudang obat, tempat stand apoteker, serta rak obat yang cukup rapi an menarik.
d.         Berikan sedikit hiburan untuk para pasien yang menunggu seperti adanya televisi sehingga para pasien tidak bosan dan tentu tidak akan menggangu proses pelayanan kefarmasian.
e.          Untuk pengecatan gunakan kombinasi 3-5 warna yang terdiri dari warna redup dan mencolok, sehingga setiap orang yang lewat akan tertarik untuk melihat apotek.

Semoga kedepan bisnis apotik menjadi bisnis layanan yang lebih memenuhi unsur layanan yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Untuk menjadi bisnis yang lebih memenuhi unsur layanan yang baik  dan profesional, maka interaksi yang sebenarnya adalah bertatap muka langsung harus diterapkan secara penuh di apotek.

0 komentar:

Poskan Komentar